Foto :Rekaman saat Dr Yanto Melafaskan Sahadat 
INFO (PADANG) - Keberagaman umat beragama dikota Padang memang sudah di akui. Keberagaman terlihat dengan hidup bertoleransi yang cukup tinggi sesama umat. Salah satu contohnya salah seorang dokter warga tionghoa jelang meninggal dunia diketahui telah menjadi mu'alaf ketika dirawat di RSUP Dr M. Djamil Padang.

Hal tersebut sebelumnya tidak pernah diketahui pihak keluarga, bahkan dari pihak keluarga dari informasi yang didapat www.infonusantara.net, sudah berencana akan melakukan prosesi kremasi (pembakaran)di Bungus Teluk Kabung.

Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra mengatakan sejumlah kawan kawan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar mendatangi kami agar bisa memfasilitasi dengan pihak HTT dan pihak keluarga dari almarhum Dr.Yanto yang mana diketahui ketika dirawat di RSUP Dr M. Djamil Padang, empat hari sebelum beliau meninggal dunia, bahwa Dr. Yanto dalam usia 52 tahun telah menyebut atau mengucapkan dua kalimat Sahadat, yang dalam ajaran islam pada saat itu almarhum sudah menjadi mu'alaf dan semuanya ada saksi dan rekaman video nya, " jelasnya.

Wahyu mengatakan, almarhum dibawa ke rumah duka HTT Jl.Kelenteng jelang pagi. Atas desakan kawan kawan IDI dan setelah kita bicarakan dengan ulama, segera kita temui dan sudah bicara kan hal ini pada pihak HTT yakni bapak Albert Hendra Lukman dan tante serta adik almarhum dari Pekanbaru yang kita temui di Gedung HTT, Kamis (7/6) pagi.

Wahyu mengatakan dari pembicaraan yang kita sampaikan tadi, dari pihak keluarga dapat menerima hal tersebut bahwa almarhum Dr Yanto sudah mu'alaf, tidak ada masalah dan karena pihak keluarga tidak memahami prosesi dalam islam maka semua diserahkan secara islam.

"Almarhum dari rumah duka HTT dibawa ke RSUP Dr M. Djamil Padang untuk diselenggarakan dan di kebumikan di Bungus dipemakaman muslim, " ungkapnya.

Sementara Albert Hendra Lukman mengatakan, ya kita di Kongsi sosial dalam hal ini tentunya itu semua kembali kepada pihak keluarga. Kalau sudah begini ya kita serahkan bagaimana cara yang terbaiknya. Kita juga tidak bisa menahan nahan, karena ini adalah masalah mayat manusia.

"Intinya nanti kita jangan sampai ada dikemudian hari timbul permasalahan, jangan nanti ada persoalan, saya tidak ingin terjadi persoalan dikemudian hari. Ketika pihak keluarga sudah menyerahkan untuk diselenggarakan secara muslim ya itu dikembalikan pada pihak keluarganya "kata Albert.

Informasi yang didapat www.infonusantara.net dari salah seorang pengurus rumah duka HTT yang tak mau namanya disebut, Dr Yanto sudah cerai dengan istrinya dan mempunyai satu putra, namun tidak tahu dimana saat ini dan memang jasad Dr.Yanto telah dibawa ke RSUD.M Jamil dan langsung dibawa ke pemakaman Bungus.(Inf7)
 
Top