Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Mengenakan Pakaian Daerah 

Infonusantara (Sumbar) - Pemeritah Provinsi Sumatera Barat sedang membicarakan terkait gelar adat kehormatan sangsako yang akan diberikan kepada Presiden Jokowi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dengan pemangku kepentingan Istano Basa Pagaruyung.

Jika tak ada aral melintang, Presiden Jokowi akan menerima gelar sangsako atau gelar adat kehormatan dari pewaris Kerajaan Pagaruyung, Batusangkar, Sumatra Barat pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Sumatera Barat Februari 2018 mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, akhir pekan ini.

Meski begitu, Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit mengatakan bahwa rencana pemberian gelar kepada Presiden Jokowi masih bersifat tentatif. Ia mengatakan, saat ini pihak Kerajaan Pagaruyung masih melakukan pembahasan terkait bentuk gelar adat seperti apa yang bakal diberikan kepada Presiden.

''Ini tentatif. Namun sudah dirapatkan dengan Pagaruyung, semoga bisa berikan gelar penghormatan. Gelarnya belum tahu, kami mintakan ke Pagaruyung, mereka rapatkan dulu apa yang pantas kepada kepala negara,'' sebut Nasrul

Presiden Jokowi memang dijadwalkan hadir di puncak peringatan Hari Pers Nasional pada 8-9 Februari 2018 nanti. Sejumlah acara akan dihadiri Jokowi termasuk peresmian pabrik semen Indarung VI milik PT Semen Padang, kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), dan prosesi makan bajamba.

"Kami berharap pada saat puncak HPN yakni tanggal 8 atau 9 Februari presiden sudah di Sumbar dilangsungkan prosesi pemberian gelar," harapnya.

Pemprov Sumbar menyiapkan 300 jamba untuk prosesi makan bajamba, yakni makan secara bersama-sama, dengan estimasi dalam satu jamba akan makan 6 orang pejabat negara dan undangan termasuk pers.
Nantinya prosesi makan bajamba bakal digelar di pelataran Museum Adityawarman, Padang, Sumatra Barat.

Untuk diketahui, gelar adat Sangsako juga pernah diberikan oleh Masyarakat Tanjung Alam dan Pewaris Kerajaan Pagaruyung di Istano Basa Pagaruyung kepada Presiden Bambang Susilo Yudhoyono dan istrinya.

Bambang Susilo Yudhoyono mendapat gelar “Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam,” sedangkan Ani Yudhoyono mendapat gelar “Puan Puti Ambun Suri”.
(Joni Abdul Kasir)

 
Top