Fuad Chaidir Rosha 
Infonusantara (PADANG) - Masuknya suasana Pilkada serentak di seluruh Indonesia pada 27 Juni 2018, disinyalir akan banyak kelompok bermunculan yang dengan sengaja menebar ujaran kebencian atau berita hoax pada salah satu pasangan tertentu dalam pemilihan nanti.

Wartawan senior, Fuad Chaidir Rosha mengajak semua pihak untuk mewaspadai kelompok bayaran yang segaja memproduksi hoax dan ujaran kebencian untuk menjatuhkan lawan politiknya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 Juni 2018 datang. 

"Kita harus waspada kemungkinan adanya kelompok yang mirip Saracen muncul di group-group facebook maupun media sosial lainnya pada Pilkada 2018 ini," kata Fuad, Sabtu(13/1)

Sebagaimana diketahui, jelas Fuad lagi, sebelumnya bahwa konten bermuatan SARA yang disebarkan sindikat Saracen merupakan pesanan dari pihak tertentu. Tarif mereka puluhan juta untuk setiap konten yang mereka produksi dan sebarkan. 

"Tak tanggung-tanggung, Saracen memiliki ratusan ribu akun media sosial yang siap menggerakan konten-konten provokasi itu, sehingga berseliweran di jagat maya," ujarnya.

Maraknya bisnis kebencian itu, ungkap Fuad, tidak bisa dilepaskan dari panasnya situasi politik di Indonesia saat ini. Dan sudah menjadi rahasia umum kelompok-kelompok mana saja yang berafiliasi dengan Saracen. "Pada umumnya yang menggunakan cara-cara ini merupakan kelompok-kelompok minoritas dan bersaing pada wilayah yang bukan basisnya," katanya.

Strategi mereka tidak hanya memposting ujaran kebencian tapi menanggapi postingan lawan politik dengan komentar-komentar miring, seperti “Penista Agama” dan lain sebagainya. "Maka sudah seharusnya kita waspada terhadap kelompok-kelompok ini, yang akan menebarkan isu-isu negatif pada Pilkada 2018," ungkapnya. (In7/by)



 
Top