Anggota DPRD Padang, Amril Amin, Fraksi PAN.
Infonusantara (PADANG) - Pergantian Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Senin (15/1) di Gedung DPRD Kota Padang, dimana salah satunya adalah Badan Kehormatan (BK) DPRD Padang terkesan dipaksakan, hal itu terbukti hanya delapan bulan BK di bawah pimpinan Amril Amin (PAN) saat ini  struktur BK di rombak. 

Pergantian AKD untuk BK kali ini kembali dipimpin oleh Yendril (Hanura) yang sebelumnya juga pernah menjadi Ketua BK DPRD Padang sebelum dijabat oleh Amril Amin dan wakil BK sekarang  Ilham Maulana (Demokrat). Pada periode sebelumnya ketua BK dijabat Amril Amin (PAN) dan wakil Yulisman (Demokrat).

Masa Jabatan Badan Kehormatan (BK) itu 2,5 tahun maksimal dan apabila memang ada pergantian itu, tentu harus ada dasar hukumnya. Sedang sebelumnya bapak Yendril, menjabat 2,5 tahun selaku Ketua BK, harusnya yudisprodensi nya kedepannya juga bisa seperti itu, kan begitu, " kata Amril Amin, Senin malam (15/1) saat ditemui media ini, di Mini Market Aciak Mart, Jalan Sutan Syahrir, Padang. 

"Menurutnya ini merupakan permainan politik yang tidak bagus, mendadak saja ada pergantian AKD, khususnya pada BK itu sendiri yang dilabrak dengan koalisi partai dengan berlandaskan usulan dari fraksi yang ada di DPRD,"  ujar Amril Amin yang akrab disapa Aciak Amin ini.

Lebihlanjut disampaikan, pergantian AKD di DPRD Padang tidak menjadi sebuah bumerang bagi kami, tapi ini sangat kita sayang kan sekali, dan bahkan ini saya nilai sudah seperti di kondisikan, dikemas secara beramai- ramai untuk menjeblokkan PKS dan PAN, sehingga tak satupun posisi pimpinan maupun wakil kami ada di AKD. 

Sebagai tokoh masyarakat yang mempunyai pemikiran yang luas, seharusnya dilembaga kedewanan tidak harus tergerus dengan kejadian seperti ini. Kekisruhan di dalam AKD ini memang sudah permainan yang tidak bagus. Dan hal ini menurut Aciak Amin ada kaitannya dengan Pilkada serentak 2018 ini. Sebelumnya tidak pernah tergerus seperti ini, dan ia menduga ada yang dari lembaga kedewanan ini sendiri yang merancukan permasalahan ini.

"Namun selaku Ketua BK DPRD Padang yang hanya baru delapan bulan menjabat, walaupun diganti saat ini  tidak akan menyurutkan semangat saya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat kedepannya. Tidak akan melunturkan semangat kami untuk bekerja lebih baik lagi menjawab a mi amanah yang telah diberikan masyarakat tersebut, " tegasnya.

Walaupun kami di zalimi itu tidak mengapa, kenapa demikian, sebab anggota DPRD itu adalah amanah dari pada masyarakat. Seluruh kader PAN, kami sudah siap, Partai Amanat Nasional ( PAN) cukup diminati oleh masyarakat dengan bukti meraih enam kursi di DPRD Padang, itu bukti kami diminati masyarakat. 

"Dan yang paling penting bukan satu satunya jabatan tersebut yang akan melunturkan semangat kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi masyarakat yang telah memberikan amanah ini,  " ungkapnya. (In7). 



 
Top