Azirwan bersama beberapa anggota Fraksi DPRD Padang.
Infonusantara (PADANG) - Ketua Pansus Penyertaan Modal Perusda Padang Sejahtera Mandiri (PSM), Azirwan mengatakan, jangan dibilang DPRD tidak serius dalam melakukan pembahasan terkait Perusahaan Daerah (Perusda) Padang Sejahtera Mandiri (PSM) ini. Buktinya kita sudah melakukan pembahasan sebanyak dua kali untuk memberikan kesempatan untuk Perusda PSM ini bagi Pemko Padang.

"Dalam hal ini tentunya  kita selalu mengedepankan azas dan manfaatnya karena anggaran yang digunakan adalah uang uang rakyat, kenapa dibilang tidak serius, DPRD dalam melakukan pembahasan, " tegas politisi NasDem ini saat dikonfirmasi melalui selulernya, Sabtu(11/11)

Kita dari Pansus kan sudah melakukan pembahasan dua kali, pembahasan pertama dari Pansus telah menolak usulan dari Perusda PSM ini yang mengusulkan tiga paparan yakni Modal Hotel dan Convention Center dengan modal Rp.113,245 milliar, Modal Pengelolaan Perpakiran Rp.21,687 milliar, Modal Transportasi Massal Rp.23.455 milliar. 

Ini terlalu besar anggarannya, tentunya harus mengedepankan azas dan manfaatnya untuk kota ini. Karena kita memanfaatkan anggaran daerah tentu harus disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Kemudian bagaimana PSM ini bisa dilanjutkan, kita di Pansus PSM pun telah melakukan konsultasi ke Kemendagri dan mendapat masukkan dari tenaga ahli, pakar ekonomi dan ahli hukum beberapa waktu lalu agar Perda Perusda PSM ini direvisi dan dilakukan kajian - kajian yang jelas. Selanjutnya juga dilakukan pembahasan yang kedua dan Jum'at kemarin telah di usulkan oleh pemko bidang usaha baru, Pansus menerima kajian akademisnya untuk distributor semen dan perparkiran. 

Lebihlanjut dikatakan, dari Pansus sendiri sudah membuatkan semua laporan - laporan tersebut tentang kajian akademis mengenai distributor semen dan pengelolaan perparkiran ini. "Bagaimana hasilnya nanti akan kita ketahui pada Paripurna pada tanggal 21 November 2017 datang melalui pandangan fraksi - Fraksi  yang ada di DPRD Padang.

Dan yang akan menentukan apakah ini layak atau tidaknya, diterima atau tidaknya adalah fraksi-fraksi DPRD Yang menentukan. Jika ini diterima maka untuk penyertaan modal Perusda PSM sebesar Rp 5 miliar bisa di uangkan di APBD 2018,  begitu sebaliknya jika Fraksi - Fraksi menolak tentu tidak bisa dicairkan anggaran tersebut. "Kita tunggu saja hasilnya di Paripurna nanti, " ujar politisi NasDem ini.

Azirwan juga mengatakan, sah-sah saja Walikota seperti itu , karena saya dengar walikota sebelum ini telah melantik direksi PSM  ini. Kalau ini nantinya tidak berjalan kan nanti tentunya bisa jadi temuan, ini uang rakyat yang digunakan bukan untuk kepentingan sekelompok saja.

"Ketika Pemko meminta penyertaan modal untuk Perusda PSM, tentunya kita lihat dan menilai apakah efektif dan efisienya. Jangan nantinya seperti pepatah orang Minang " nasi masak samba ndak lamak", itu yang kita pikirkan bersama di DPRD, " ungkap  Azirwan.  

Sementara Wismar Pandjaitan Ketua Fraksi Partai Perjuangan Bangsa DPRD Padang mengatakan, ada apa Pemko terlalu ngotot untuk penyertaan modal Perusda PSM ini. "Kenapa dan ada apa dengan Pemko Padang terlalu terburu - buru dan ngotot dan ingin memasukan anggaran penyertaan modal untuk Perusda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) di anggaran APBD Tahun 2018, " pungkasnya.

Sebelumnya Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyampaikan  menyayangkan dan mempertanyakan sikap anggota DPRD Padang terkait belum disetujuinya anggaran penyertaan modal untuk Perusda PSM Padahal Perusda berlandaskan Perda yang disahkan oleh DPRD sendiri. “Itukan Perda DPRD, saya hanya melanjutkan Perda tersebut. Ketika DPRD menyiapkan Perda tentang Perusda, kemudian kami disuruh  tindaklanjuti dan dibentuk,” ujar walikota

Menurut Mahyeldi, Pemko Padang dinilai wajar meminta dukungan anggaran untuk penyertaan modal perusda PSM, sebab sudah menindaklanjuti Perda Perusda dengan membuat PSM. 

“Seandainya DPRD tidak mengalokasikan anggaran, berarti mereka mengingkari sendiri apa yang telah mereka tetapkan dan dibuat. Saya kira mereka sama sekali tidak bertanggung jawab atas hal ini," kata Mahyeldi usai menjadi pemateri dalam Seminar , Nasional Kepariwisataan di 'Universitas Negeri, Padang, Kamis (9/11) kemarin

Wako menyebut, DPRD terkesan bermain-main dengan "Perusda PSM. Ditambahkannya, DPRD terlihat mempermainkan produk yang telah dibuat sendiri. “Kita sudah tindaklanjuti PSM itu, dan kemudian sudah . difokuskan. Dulu rencananya kita buat untuk hotel, tetapi mereka tidak mau hotel. Oke, kita siapkan yang baru namun nyatanya mereka masih ragu ragu. Itu tandanya mereka tidak punya niat untuk menjalankan PSM,” sebut nya.(Im7)
 
Top