Zainil Tanjung
Info Nusantara(PADANG) -Sejak Emzalmi-Desri Ayunda sepakat berpasangan maju di Pilkada Kota Padang 2018, satu-persatu loyalis Emzalmi maupun Desri menyatakan dukungan kepada pasangan ini. Bahkan, sebagian dari mereka sudah aktif di Posko Relawan Emzalmi-Desri yang terletak di kawasan Bypass Balai Baru Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat.

"Saya mulai aktif sejak posko ini didirikan. Saya kebetulan dipercaya di media center yang dipimpin Fuad Chaidir Rosha. Tugas saya merancang spanduk dan baliho Emzalmi-Desri," ungkap Zainil Tanjung, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Pria yang akrab disapa Inyiak ini mengaku pada Pilkada 2013 lalu mendukung dan memilih pasangan Desri Ayunda-James Heliward (Deje). Dukungan diberikannya ke Deje bukan tanpa alasan.

"Sebelum mendukung seseorang dan menjatuhkan pilihan kepadanya, saya harus pelajari dulu rekam jejaknya. Waktu itu, saya belum kenal betul Emzalmi, saya lebih mengetahui sosok Desri Ayunda, makanya saya dukung dan pilih pasangan Deje," terangnya.

Kini, kata Inyiak lagi, dirinya mendukung Emzalmi-Desri. Jauh sebelum menentukan pilihan untuk mendukung pasangan ini, dirinya terlebih dahulu mencari rekam jejak Emzalmi.

"Bagi saya, berpasangannya Emzalmi-Desri ini adalah berkah. Keduanya sosok putra daerah yang profesional di bidangnya masing-masing. Dan saya yakin, jika diberi amanah, pasangan ini akan mampu mensejahterakan warga Kota Padang," cakapnya.

Inyiak pun menyentil orang-orang yang selama ini mempersoalkan umur Emzalmi. Menurutnya, sebagai seorang muslim, maka seseorang harus terus berkarya sampai ajal menjemputnya.

"Kalau orang ngerti agama, pasti tidak akan mempersoalkan umur seseorang. Karena bagi seorang muslim, sepanjang nafasnya dikandung badan, maka dia memiliki tanggungjawab untuk berkarya buat umat ini," tegasnya.

Tak hanya itu, Inyiak merasa heran dengan orang-orang di media sosial yang acap kali menyerang pribadi Emzalmi. Pasalnya, setahu Inyiak, orang-orang tersebut pernah dekat dan bersinggungan dengan Emzalmi.

"Saya kenal mereka, saya sudah pula pelajari rekam jejak mereka. Mereka dulu memuji da Em, sekarang malah berbalik arah, karena ada kepentingan mereka yang tak terpenuhi. Bahkan ada yang pernah ditegur da Em karena kesalahannya, tapi malah makin menjadi-jadi, ya tentu tak dipakai lagi," ujar Inyiak, sembari menyerumput kopi dan menghisap rokok Djisamsue kesukaannya.(Im7/by)

 
Top