Sungai Batang Batahan Kab. Pasbar Meluap, Puluhan Rumah Rusak Parah Pemkab Tetapkan 14 hari Tanggap Darurat Banjir






INFONUSANTARA.(Simpang Empat - Pasbar) -- Akibat hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan meluapnya sungai Batang Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat. 

Diperkirakan 20 unit rumah rusak berat dan 2 hanyut serta ada 1unit rumah pindah ke tengah jalan raya yang mengakibatkan kendaraan tidak bisa lewat dari jam 23.00 Wib sd 12.30 siang ini .

Diketahui banjir yang melanda Jorong Kampung Baru Nagari Batahan itu disebabkan hujan lebat yang melanda daerah itu sejak Minggu (8/10) sore kemarin.

Hujan yang tidak henti-hentinya dari kemarin,  maka pada Senin (9/10) pagi, banjir datang tiba-tiba dan merendam rumah warga dengan ketinggian air sekitar satu meter.

Pemkab Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengingatkan warga Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan waspada banjir susulan dari Sungai Batahan.

"Kepada warga diharapkan tetap waspada dengan banjir susulan karena hujan terus terjadi hingga Senin (9/10) sore," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo di Simpang Empat.

Ia mengajak warga yang berdomisili di tepi Sungai Batahan agar untuk sementara pindah ke tempat yang lebih aman.

"Kepada warga agar sementara pindah ke rumah kaum kerabat yang jauh dari aliran sungai. Kami juga menyediakan tenda sebagai hunian sementara bagi korban banjir," tambahnya.

Pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum juga membuat saluran pembagi air di dekat sungai itu agar luapan air tidak menerjang rumah dan pemukiman warga.

Jajaran Pemkab Pasaman Barat juga telah menyalurkan sejumlah bantuan. Seperti selimut sebanyak 120 buah, 90 matras, perlengkapab keluarga 50 paket, makanan siap saji 100 kaleng, kebutuhan khusua sebanyak 25 paket, mie sebanyak 10 dus, tambahan gizi delapan paket, lauk pauk dua paket dan beras sekitar lima karung.

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi korban bencana banjir. Kita juga akan menyalurkan bantuan lainnya," ujarnya.

Pihaknya juga mendirikan dapur umum bagi korban yang rumahnya terkena banjir. Selain itu juga mendirikan hunian sementara atau tenda darurat sebanyak lima tenda dan akan ditambah jika masih kurang.

Pihaknya juga telah menetapkan 14 hari tanggap darurat terkait bencana banjir tersebut. Saat ini tim BPBD bersama pihak terkait seperti PMI, kepolisian dan TNI dibantu masyarakat sedang membersihkan reruntuhan rumah yang terkena dampak banjir.

"Ada satu unit rumah yang bergeser letaknya sampai ketengah jalan akibat hantaman banjir. Saat ini sedang diupayakan memindahkannya kembali," pungkasnya.

Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir itu. Namun akibat banjir, rumah rusak dan lahan pertanian juga ada yang terendam air. Saat ini penghuni rumah untuk sementara pindah kerumah yang lebih aman. (*)



[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.