Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra Serahkan Piala Bergilir Pada Panitia Penyelenggara Festival Didikan Syubuh di Masjid Nurul Islam Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara. 

InfoNusantara.
PADANG
- Dalam rangka menciptakan kelurahan yang Madani dan generasi Qur'ani, Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Koto Tangah selenggarakan Festival Didikan Syubuh di ikuti sebanyak 730 peserta Santriwan dan Satriwati tingkat Sekolah Dasar (SD) dari 13 Masjid - Mushalla se Kelurahan Gunung Pangilun, Minggu(15/10)

Festival Didikan Syubuh ini diawali dengan pawai Ta'aruf dilepas dari Masjid Raya Sumbar dan finish di Masjid Nurul Islam Kelurahan Gunung Pangilun selaku tuan rumah.

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra menyampaikan, ini adalah harapan dan cita -cita seluruh masyarakat Kota Padang. Kali ini kita mulai dari Kelurahan Gunung Pangilun bagaimana menjadikan sebagai kelurahan yang Madani.

Wahyu mengatakan, sesuai apa yang disampaikan camat tadi, kalau lingkungan dan masyarakat kita sudah Madani , kita tidak perlu sulit- sulit lagi mengikuti program pemerintah. Karena Madani itu sendiri ada didalamnya masyarakat yang bersih, cerdas, patuh, santun dan taat beragama sehingga prilaku mulai kepatuhan atau kesadaran kewajiban membayar pajak pun ada di Madani ini.

 "Jadi semua harapan - harapan keinginan yang baik ada disini, harapan itu tentu ada," ujar Wahyu dewan Dapil V ( Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Nanggalo) usai sambutannya di Masjid Nurul Ihsan Kelurahan Gunung Pangilun.

Selain itu kata Wahyu, tidak ada suatu program itu berjalan dengan baik jika tidak ada dari hati dan dalam kebersamaan. Tidak ada lurah, camat, walikota sekalipun sukses kalau tak ada partisipasi yang utuh ditengah masyarakat. Dan selaku wakil rakyat di dapil V, kewajiban kita untuk menggerakkan potensi - potensi masyarakat, mengarahkan masyarakat agar patuh dan taat dalam kebijakan yang dilakukan pemerintah.

"Terkait program 1821 pemko, jika ini sudah terlaksana semuanya yang dimulai dari anak -anak dan  kita sendiri berani mengatakan Kelurahan Gunung Pangilun Madani dengan melafazkan kalimat takbir "Allahuakbar , Allahuakbar, Allahuakbar", maka semuanya akan dapat kita wujudkan, " ujarnya.

Selain itu ia juga menyampaikan, kepada guru- guru MDA, MTsN, jika ada anak- anak kita yang hafiz Qur'an dirinya janji akan memberi berupa hadiah untuk mereka, juga kita harapkan untuk masjid, mushalla dan surau anak anak kita harus ada yang hafiz Qur'an, karena orang yang hafal Alqur'an itu adalah orang cerdas dan hebat. Dan sudah pastinya ini suatu kebanggaan bagi kita.

"Mari kita ramaikan masjid ,mushalla maupun surau dengan sholat berjamah. Setiap shalat berjamaah masjid dan mushalla, maupun surau kita ini bisa penuh, " ajak Wahyu Ketua DPD Golkar Kota Padang ini.

Lurah Gunung Pangilun Andi Amir menyampaikan, dalam Festival Didikan Syubuh ini ada beberapa kegiatan yang diperlombakan, yakni MTQ, Shalat Jenazah, Tahfiz , Azan, Da'i Cilik dan Asmaul Husnah. Pemenangnya nanti akan di umumkan pada November 2017 pada kegiatan didikan subuh gabungan yang dilaksanakan di Masjid Nurul Islam ini selaku tuan rumah. Pada Festival ini memperebutkan piala bergilir dan akan menjadi agenda tahunan. Selain itu pada tanggal 28 November ini juga akan diadakan Festival Nasit se Kota Padang tingkat SMA, MAN,SMK.

"Ia mengatakan slogan kali ini kita mengangkat tema "Melalui Festival Didikan Shubuh Kita Satukan Langkah Membangun Generasi Qur'ani Menuju Kelurahan Gunung Pangilun Yang Madani". Konsep Madani ini perlu digebyarkan," ujarnya.

Perlu ditingkatkan  kegiatan - kegiatan keagamaan atau festival keagamaan. Hal ini juga ada kaitannya dengan program Pemko 1821 yakni perhatian serius orangtua dalam rangka mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Menciptakan keluarga  sebagai madrasyah dirumah sendiri bagi anak - anak," ungkapnya.(Im7)

 
Top