Infonusantara.PADANG - Sebuah jembatan gantung di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan Indarung, Kota Padang, Sumatera Barat, putus setelah dihantam banjir bandang sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (11/3)

Kejadian tersebut berlangsung begitu cepat, walau hujan lebat yang turun tak begitu lama yang terjadi di daerah hulu Sungai Baringin, yang berada di sekitar daerah Indarung.

Dengan putusnya jembatan yang terbuat dari slink dan papan tersebut mengakibatkan akses dari Kelurahan Baringin ke Kelurahan Bandar Buat dipastikan tidak bisa dilalui. Banjir juga mengakibatkan bangunan TK serta satu unit rumah warga rusak, dengan meluapnya sungai baringin. Beberapa rumah warga yang berada di bantaran sungai baringin juga sempat dimasuki air sebatas dada orang dewasa.

Diketahui data dari BPBD Sumbar menyatakan Simpang Patai RW 2 kelurahan Padang Besi dan RT1 RW 1 Kelurahan Batung Taba ada 20 KK diungsikan ke tempat yang lebih aman. Belum ada informasi tentang kerusakan dan korban jiwa akibat luapan sungai Beringin.

Terlihat Tim TRC dan Pusdalops BPBD Sumbar serta petugas kepolisian sudah berada di lokasi bencana untuk melakukan tanggap darurat bencana. Petugas bersama warga tetap siaga. Terlebih hujan gerimis masih berlangsung hingga malam harinya.

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra mendengar peristiwa tersebut langsung turun ke lokasi putusnya jembatan gantung Baringin sekitar pukul 20.00 WIB. Dilokasi Wahyu ditemui beberapa petugas dan warga yang masih terlihat berjaga- jaga.

Wahyu mengatakan, dengan putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Baringin ke Kelurahan Bandar Buat, tentu akses jalan ini tak bisa lagi dilalui masyarakat dan yang sudah pasti akan mengganggu aktifitas masyarakat.

"Kondisi ini kata Wahyu,  harus segera ditanggapi pemerintah kota. Jangan sampai dibiarkan menunggu karena tidak saja masyarakat umum yang akan terganggu aktifitas sehari - harinya, namun juga aktifitas para pelajar SD dan SMP yang ada di daerah ini juga akan terganggu apalagi dalam waktu dekat anak - anak kita akan Ujian, " ujarnya pada padangmedia.com, Sabtu (11/3) malam, dilokasi putusnya jembatan Baringin.

Dari informasi warga setempat tambah Wahyu, dengan putusnya jembatan ini otomatis masyarakat akan mengambil jalan berputar melalui simpang patai. Jalan ini cukup jauh sekitar 2 hingga 3 KM dan tidak ada transportasi umum melalui jalan ini.

"Kita juga berharap bagaimana nantinya pemko mencarikan solusi untuk transportasi disini agar aktifitas masyarakat dan anak - anak kita para pelajar bisa berjalan seperti biasanya jelang di perbaikinya jembatan gantung ini, " ungkapnya.(Imunk)

 
Top