Infonusantara.PADANG --Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera-Barat memiliki misi mewujudkan Kota Padang menjadi kota pendidikan, Perdagangan,  dan Pariwisata yang sejahtera, religius, serta berbudaya. Untuk itu  butuh perhatian bersama dalam menjaga prilaku ana-anak dan generasi muda di kota tercinta ini, jangan sampai terlibat pada hal yang tak diinginkan bersama, seperti  pergaulan bebas, tawuran, apalagi Narkoba yang menghancurkan masa depan mereka. Demikian disampaikan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt. Marajo, SP pada kegiatan Penguatan Lembaga Adat dan pelatihan  yang dilaksanakan Bagian Kesra Pemko Padang di aula masjid Agung Nurul Iman Padang, Rabu (15/3).

Untuk itu, kata Walikota H. Mahyeldi keberadaan Lembaga Adat di Kota Padang harus tetap terjaga, pelihara  dimasa mendatang. Di Kota padang ada 10 kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan 11 Lembaga Kerapatan Adat ALam Minangkabau (LKAAM)  dan Bundo Kanduang yang tersebar di 11 kecamatan. Maka Pemko Padang selalu memberikan perhatian yang besar terhadap kegiatan keagamaan, Adat, dan Budaya serta kesejahteraan masyarakat. Peranan  Lembaga Adat amat dibutuhkan pula memberikan pemahaman tentang  norma adat, agar mereka bisa menjauhi berbagai kegiatan yang merusak dirinya sendiri.

Selanjutnya, dengan adanya pelatihan penguatan pengurus  lembaga adat, maka diharapkan  keberadaan KAN, LKAAM, FTT, Tuo Silek, Bundo Kanduang  dan generasi pewaris  pemangku adat  menjadi semakin  baik dimasa mendatang. Sekaligus merupakan wadah untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam rangka mewujudkan kinerja lembaga adat yang lebih mandiri dan profesional.

Ketua Pelaksana  kegiatan Penguatan Lembaga Adat tersebut Jamilus, S.Ag yang juga Kepala Bagian Kesra menyampaikan, sasaran dari kegiatan ini melatih pengurus lembaga adat agar memperoleh ilmu pengetahuan  tentang kelola administrasi lembaga adatnya. Tujuannya adalah meningkatkan peranan pengurus LKAAM, Bundo Kanduang,Puti Bungsu, serta sasaran Silek se Kota Padang  dan dalam rangka  penguatan Lembaga Adat di Kota Padang.

Peserta dari pelatihan berjumlah 180 orang yang terdiri dari utusan KAN, LKAAM Kecamatan, Kota .Utusan Forum Tungku Tigo Sajarangan, Bundo Kanduang Kelurahan,  Rang mudo Kecamatan, Kota, Puti Bungsu Kota dan Kecamatan, utusan sasaran Silek   dan utusan SLTA  sebanyak 18 orang. Pelatihan selama dua hari Rabu dan Kamis (15-16/3/2017) di di aula masjid Agung Nurul Iman Padang.

Hasil yang diharapkan, kata Jamilus, meningkatnya peranan pengurus KAN, LKAAM, Bundo Kanduang, Forum Rang Mudo  dan Puti Bungsu  dalam rangka penguatan Lembaga Adat di Kota Padang.(im7/Bstm)
 
Top