Infonusantara.PADANG - Praktik pungutan liar (pungli) telah membudaya sejak lama di kalangan masyarakat. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menilai praktik ini sudah harus dihentikan. Karena merusak mental dan tatanan hidup.

"Mari kita bersama-sama memberantas praktik pungli," ajak Mahyeldi kepada masyarakat saat berdialog di salah satu televisi lokal di Padang, Jumat (20/1) sore.

Diterangkan Mahyeldi, praktik pungli terjadi dikarenakan berbagai macam hal. Diantaranya seperti faktor ekonomi.

"Pola hidup hedonis membuat seseorang bisa terlibat pungli," ujar Mahyeldi.

Seorang karyawan yang hidup hedonis atau konsumtif dapat terlibat pungli ketika biaya hidupnya tak tertalangi lagi. Karyawan mencari jalan lain dengan melakukan pungli di tempat kerjanya. Karena itu walikota menekankan agar pimpinan instansi supaya memperhatikan dan mengontrol karyawannya saat mengizinkan pengajuan peminjaman di bank.

"Untuk itu, ukur kemampuan keuangan kita dengan baik agar tidak terjadi hal ini," ujar Walikota Padang.

Mahyeldi menyebut, pungli juga masuk ke tatanan pemerintahan. Hal ini mengakibatkan pelayanan publik menjadi tidak maksimal.

"Makanya setiap instansi kita wajibkan membuat Standar Operasional Prosedurnya (SOP), sehingga setiap urusan jelas, kapan selesai dan biayanya," ungkapnya.

Memberantas pungli di Kota Padang, dibentuklah Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Tim ini telah dikukuhkan Walikota Padang, Rabu (18/1). Walikota berharap dengan adanya tim ini akan memberantas pungli di Kota Padang.

"Kita berharap setelah ini tidak ada lagi pungli, dan untuk mewujudkan ini perlu kerjasama dengan masyarakat," sebut Mahyeldi yang merupakan penanggungjawab pada jajaran Tim Saber Pungli Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli Padang, AKBP Tommy Bambang Irawan menyebut bahwa tim ini akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke instansi pemerintah maupun swasta yang ada di Padang. Setelah itu pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi pungli.

"Kita berharap setelah ini akan banyak sosialisasi, sehingga tidak ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kita lakukan," sebut Wakapolresta Padang ini.

Tommy menilai praktik pungli rentan terjadi saat adanya hubungan langsung antar personal. Karena itu ke depannya pihaknya akan berupaya bagaimana suatu urusan tidak berkaitan langsung dengan personal. Akan tetapi lewat perantara lain seperti mesin, dan sebagainya.

Kasi Intel Kejari Padang, Fauzan menuturkan pungli merupakan tindak korupsi. Sebab, pungli sama dengan mengutip untuk kepentingan pribadi. "Ini akan kita tindak dan dipidanakan," tegasnya.(im7/Ch)
 
Top